Sebagai standar yang umum dan fleksibel, ISO 9001 dapat diimplementasikan di berbagai industri termasuk jasa dan teknologi, yang bertujuan menjaga kualitas produk dan layanan. Saat proses tender, sertifikasi ISO 9001 menjadi bukti validasi penting dalam implementasi QMS berstandar internasional.
Contents
Mengapa Industri Jasa & Teknologi Membutuhkan ISO 9001?
Bagi perusahaan jasa dan teknologi yang ingin mengikuti tender, wajib memiliki ISO 9001 karena mengandung 3 poin utama:
Menjadi Syarat Administrasi Wajib Tender
Pemenuhan standar ISO pada proses tender menjadi syarat mandatory yang harus dipenuhi perusahaan. Hal ini dikarenakan standar ISO menjadi bukti bahwa perusahaan telah mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu (SMM) secara komprehensif.
Menambah Kepercayaan Klien
Klien lebih percaya kepada perusahaan yang telah bersertifikasi ISO, karena perusahaan tersebut memiliki tata kelola yang berstandar global dalam menghasilkan produk, layanan jasa, maupun menjalin kerja sama dengan pihak luar.
Improving Operational Efficiency
ISO 9001 dapat meningkatkan efisiensi operasional dengan cara mengurangi kesalahan kerja, menekan pemborosan, pengambilan keputusan berbasis data, dan perbaikan yang berkelanjutan.
Baca juga: Integrasi ISO 9001:2015 dan Implementasi dalam Proses Bisnis
Penerapan Klausul ISO 9001 pada Sektor Non-Manufaktur
Penerapan klausul ISO 9001 pada sektor jasa dan teknologi memiliki fokus yang berbeda dari sektor manufaktur. Perbedaannya terletak dari segi standarisasi alur pelayanan, keandalan proses digital, dan experience konsumen. Terdapat beberapa tahapan dalam adaptasi klausul ISO 9001 di sektor non-manufaktur, yaitu:
1. Klausul 4: Konteks Organisasi
Pada klausul ini perusahaan harus mengidentifikasi isu internal dan eksternal yang dapat memengaruhi kemampuan perusahaan dalam menyediakan produk atau layanan teknologi yang bermutu seperti budaya kerja (internal) dan AI (eksternal).
2. Klausul 7: Dukungan
Klausul 7 memastikan perusahaan menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk menjalankan dan meningkatkan standar ISO 9001 secara efektif. Contohnya programmer, QA tester, dan customer support.
3. Klausul 8: Operasional
Mengatur bagaimana perusahaan merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan proses untuk menghasilkan produk atau layanan yang sesuai permintaan konsumen dari aktivitas delivery hingga service operation.
a. Desain dan Pengembangan (Klausul 8.3)
Klausul ini berlaku apabila perusahaan merancang atau mengembangkan produk atau layanan teknologi seperti aplikasi, platform SaaS, atau IoT. Studi kasus nyata yang paling terlihat dari klausul ini yaitu hadirnya aplikasi ride hailing seperti Gojek atau Grab yang muncul sebagai solusi masyarakat modern dalam mengonsumsi produk dan jasa melalui teknologi IT.
b. Kontrol Penyedia Eksternal (Klausul 8.4)
Penyedia eksternal mencakup pihak yang menyediakan proses, produk, atau layanan yang memengaruhi kemampuan perusahaan. Contoh penyedia eksternal pada perusahaan teknologi adalah penyedia cloud dan data center.
c. Pengendalian Mutu (Klausul 8.5 & 8.6)
Klausul ini berfokus pada pengendalian mutu produk atau layanan ketika diberikan ke pelanggan. Dalam perusahaan teknologi, penerapannya berupa penggunaan work instruction untuk coding, testing, deployment, dan incident handling.
4. Klausul 9: Evaluasi Kerja
Klausul 9 mengharuskan perusahaan memantau, mengukur, menganalisis, dan mengevaluasi efektivitas SMM. Cakupannya meliputi kepuasan pelanggan, kinerja proses, audit internal, dan tinjauan manajemen.
Pelajari Tahapan Implementasi ISO sebagai Persyaratan Legal di Sektor Keuangan
Tahapan Alur Sertifikasi ISO 9001 untuk Perusahaan Jasa
1. Gap Analysis
Tahap ini digunakan untuk memetakan posisi organisasi sesuai standar ISO yang disusun berdasarkan tingkat risiko, kompleksitas, dan ketergantungan proses
2. Perancangan & Dokumentasi Sistem
Kemudian, organisasi merancang dokumentasi yang berisi panduan mutu, prosedur operasional, instruksi kerja, dan track record untuk memastikan kesesuaian dengan konteks organisasi.
3. Implementasi & Training Internal
Setelah dokumen disusun, sistem manajemen diimplementasikan di seluruh unit kerja dengan cara sosialisasi kebijakan dan pelatihan interna.
4. Audit Internal
Audit internal dilakukan untuk memverifikasi efektivitas sistem manajemen di dalam organisasi.
5. Audit Sertifikasi
Audit sertifikasi dilakukan oleh badan sertifikasi yang terdiri dua tahap, Stage 1 (audit dokumentasi) dan Stage 2 (audit utama) untuk mengevaluasi implementasi nyata di lapangan dan sasaran target organisasi.

Akselerasi Sertifikasi Anda bersama Konsultan ISO Profesional
Penting bagi perusahaan untuk menyadari bahwa penerapan ISO 9001 secara maksimal hanya dapat dilaksanakan dan didampingi oleh profesional. Salah satu konsultan profesional yang dapat memandu perusahaan Anda meraih sertifikasi ISO 9001 adalah Madhava Technology. Tidak hanya mendampingi, Madhava juga membantu perusahaan Anda meraih sertifikasi ISO lebih cepat. Tim kami memiliki jam terbang tinggi, sertifikasi yang diakui, dan kompeten di berbagai bidang, mulai dari teknologi, fintech, perbankan, kesehatan, pendidikan, manufaktur, dan lainnya.
Hubungi tim profesional kami dan jadwalkan konsultasinya!
