Seiring berjalannya waktu, praktik suap dan korupsi mengalami modifikasi sehingga sulit untuk dilacak oleh pengawas. Oleh karena itu, organisasi diharapkan tidak hanya memiliki badan pengawasan, tetapi juga menyediakan Sistem Manajemen Anti Suap (SMAP) seperti ISO 37001. ISO 37001 sistem anti suap telah melakukan upgrade Anti-Bribery Management Systems (ABMS) melalui versi terbaru yakni ISO 37001:2025 yang mencakup beberapa perubahan standar dokumen di dalamnya.
Contents
- 1 Perubahan Utama dalam ISO 37001:2025
- 1.1 1. Penekanan Lebih Kuat pada Kepemimpinan dan Tata Kelola
- 1.2 2. Penanganan Konflik Kepentingan
- 1.3 3. Uji Tuntas (Due Diligence) yang Lebih Ketat
- 1.4 4. Integrasi Isu Perubahan Iklim dan Keberlanjutan
- 1.5 5. Konsep Fungsi Anti-Penyuapan yang Lebih Jelas
- 1.6 6. Pembaruan Struktur dan Terminologi yang Digunakan
- 2 Pentingnya Upgrade Anti-Bribery Management Systems
Perubahan Utama dalam ISO 37001:2025
ISO 37001 merupakan standar internasional yang dikeluarkan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang berfokus dalam membuat pedoman untuk membangun, mengimplementasikan, mendeteksi, merespon, menangani, memelihara, meninjau, dan meningkatkan sistem manajemen anti penyuapan. Standar ini dapat diimplementasikan di berbagai jenis dan bidang organisasi, baik swasta maupun lembaga pemerintahan.
Baca juga: Kerangka Kerja ISO 37001
Pada tahun 2025 lalu, ISO 37001 telah merilis versi terbaru yakni ISO 37001:2025 untuk mengganti ISO 37001:2016 yang telah bertahan selama 9 tahun sebagai anti-bribery management systems untuk organisasi di seluruh dunia. Upgrade ini ditujukan untuk meningkatkan efektivitas sistem manajemen anti-penyuapan, memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, serta sebagai respon terhadap tantangan global seperti perubahan iklim dan budaya organisasi.
Versi terbaru ISO 37001 meliputi beberapa perubahan utama, diantaranya:
1. Penekanan Lebih Kuat pada Kepemimpinan dan Tata Kelola
Pada ISO 37001:2025, anti-penyuapan bukan lagi sebagai fungsi kepatuhan, tetapi menjadi tanggung jawab strategis pimpinan. Artinya, anti-bribery management systems dinilai berdasarkan cara pimpinan memimpin, tata kelola yang dijalankan, serta budaya etika yang dibentuk dan diawasi (Klausul 5.1 dan 5.1.2)
2. Penanganan Konflik Kepentingan
Penanganan konflik kepentingan dalam ISO 37001:2025 yakni dengan memastikan bahwa personel perlu disadarkan dan dilatih untuk mengidentifikasi konflik kepentingan. Di samping itu, terdapat mekanisme pelaporan konflik kepentingan sesuai dengan struktur dan persyaratan ISO 37001:2025.
3. Uji Tuntas (Due Diligence) yang Lebih Ketat
Pada ISO 37001:2025 terdapat Klausul 8.2 Due Diligence yang berfokus pada identifikasi, evaluasi, dan penanganan risiko penyuapan yang lebih ketat. Pada Sub Klausul 8.2 Due Diligence, juga mengatur tentang konteks operasional, integrasi dalam proses pengendalian operasi, serta monitoring ongoing untuk pihak ketiga.
4. Integrasi Isu Perubahan Iklim dan Keberlanjutan
Isu perubahan iklim juga memengaruhi standar ISO 37001:2025, yaitu dengan meminta organisasi untuk memperhitungkan isu perubahan iklim ketika mengidentifikasi kebutuhan dan harapan pihak-pihak berkepentingan (Klausul 4.2) untuk mendukung keberlanjutan. Selain itu, organisasi wajib menentukan apakah perubahan iklim merupakan isu yang relevan dengan konteks sistem manajemen anti penyuapan (Klausul 4.1).
5. Konsep Fungsi Anti-Penyuapan yang Lebih Jelas
Di versi ISO 37001:2025 terdapat perubahan terminologi dari “fungsi kepatuhan anti-penyuapan” menjadi “fungsi anti-penyuapan. Perubahan istilah ini menghindari adanya tumpang tindih dengan fungsi lain seperti sistem kepatuhan umum (ISO 37301).
Pada ISO 37001:2025, fungsi anti-penyuapan memiliki tanggung jawab operasional yang lebih jelas, pelaporan, koordinasi implementasi sistem anti-penyuapan, serta akses langsung ke manajemen puncak.
6. Pembaruan Struktur dan Terminologi yang Digunakan
ISO 37001:2025 juga membawa perubahan Istilah dan Definisi (Klausul 3). Bagian ini secara khusus mengatur terminologi yang digunakan dalam standar ISO 37001 terbaru. Beberapa istilah kunci diperbarui dan diperluas seperti facilitation payments, emerging bribery risks, governing body, dan interested parties untuk menggantikan istilah stakeholder.
Selain itu, pembaruan struktur juga mengalami perubahan dengan mengikuti Harmonized Structure (HS) sehingga urutan, judul, dan isi klausul lebih konsisten dengan standar-standar lain.
Pentingnya Upgrade Anti-Bribery Management Systems
Berikut beberapa alasan pentingnya upgrade ABMS:
1. Menyesuaikan Perubahan Standar Terbaru
Upgrade ini ditujukan agar Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (SMAP) tetap selaras dengan pembaruan standar ISO, praktik terbaik anti penyuapan secara global, serta perkembangan regulasi sehingga dapat membantu organisasi relevan dan patuh terhadap tuntutan audit serta regulasi.
2. Meningkatkan Efektivitas Pengendalian Risiko Suap
Adanya pembaharuan ISO 37001:2025 memperkuat identifikasi analisis, dan mitigasi risiko suap, sehingga mendorong pendekatan ABMS berbasis risiko yang lebih proaktif dan terintegrasi.
3. Memperkuat Budaya Integritas
Sistem ABMS yang ditingkatkan menunjukan komitmen nyata manajemen puncak terhadap integritas dan tata kelola yang baik.
Kami sebagai konsultan ISO 37001 dapat membantu Anda dalam meraih atau melakukan transisi ke ISO 37001:2025 terbaru. Anda dapat berkonsultasi dengan kami terkait ISO 37001:2025 melalui website Madhava.id. Kami siap membantu!
